Sarang Walet Ambruk, 2 Tewas 2 Cedera

1523
Evakuasi korban ambruk nya sarang burung walet
Evakuasi korban ambruk nya sarang burung walet

BUNTOK/tabengan.com – Sebuah bangunan sarang burung walet di Jalan Kaladan Gang Itah, Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), ambruk, Minggu (23/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Dua orang pekerja tewas seketika tertimpa reruntuhan bangunan setinggi 18 meter itu, dan dua lainnya cedera parah.

Informasi yang dihimpun Tabengan di lokasi kejadian menyebutkan, awalnya seperti biasa 4 pekerja melaksanakan pekerjaan bangunan sarang walet milik Gajali yang hampir selesai pembangunannya itu.

Tetapi sekitar pukul 09.30 WIB, dari lokasi pembangunan sarang burung walet tersebut terdengar suara yang sangat keras dan ternyata bangunan sarang burung walet 6 tingkat itu ambruk dan menimpa 4 pekerja bangunannya.

Setelah berjuang secara maksimal, akhirya petugas kepolisian dan aparat TNI dibantu warga, sekitar pukul 10.00 WIB menemukan salah satu korban bernama Usuf (40) warga Jalan Asam, Buntok, dalam kondisi telah meninggal dunia dan langsung dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

Selanjutnya pada sekitar pukul 11.30 WIB, kembali ditemukan pekerja bangunan bernama Mukri (42), warga Jalan Kaladan Buntok dalam kondisi selamat, namun mengalami luka sangat parah.

Tidak berhenti di situ petugas dibantu warga bersama-sama mencari para korban, akhirnya sekitar pukul 13.30 WIB kembali menemukan korban selamat bernama Atul (23) Jalan Kaladan, Buntok dan juga mengalami luka parah.

Kemudian korban keempat berhasil ditemukan sekitar pukul 14.45 WIB bernama Lamri atau Ufik (35) warga Jalan Sutomo, Buntok, tetapi sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Keempat korban pekerja sarang burung walet tersebut, semunya dilarikan ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.

“Dua pekerja yang selamat tidak bisa ditangani di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, kita rujuk ke RSUD Doris Silvanus Kota Palangka Raya,” ujar dokter jaga RSUD Jaraga Sasameh dr Yulia Ningsih, kepada Tabengan.

Sementara itu, Kapolres Barsel AKBP Yusak Angga SIK dikonfirmasi melalui ponsel, membenarkan kejadian itu. Angga menjelaskan, musibah itu terjadi saat pemilik bangunan mengecek tukang yang mengerjakan bangunan sarang burung walet miliknya di Gang Itah.

Bangunan itu terbuat dari kayu panjang 12 m lebar 8 m tinggi bangunan sekitar 18 m, terdiri dari 6 lantai dan belum dipasang dinding.

Kemudian pemilik bangunan meninggalkan lokasi, dan sekitar 30 menit kemudian atau jam 09.30 WIB, saksi Mukti Sukrisno mendengar suara seperti bangunan ambruk. Kemudian saksi keluar rumah dan melihat bangunan rumah walet milik Gajali sudah roboh, lalu menelepon Gajali selaku pemilik bangunan sarang burung wallet itu. c-dan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here