6 Kabupaten Dilanda Banjir

417
Banjir di Barito Utara
Banjir di Barito Utara

PURUK CAHU/tabengan.com – Setelah banjir melanda Kabupaten Gunung Mas dan Katingan, kini laporan juga diterima dari 4 kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Seruyan dan Kapuas yang wilayahnya juga terendam banjir.

Di Murung Raya dilaporkan sebanyak 21 desa dan kelurahan yang tersebar di 5 kecamatan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Barito sejak 2 hari terakhir.

“Meski ketinggian banjir masih sebatas normal pada kisaran 20 cm, namun sebagian besar desa dan kelurahan masih terendam banjir,” kata Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Murung Raya, Robiyanor di Puruk Cahu, Senin (17/7).

Kecamatan yang masih teredam banjir itu di antaranya satu desa di Kecamatan Pertama Intan, Kecamatan Murung dan Laung Tuhup masing-masing 5 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Barito Tuhup Raya ada tiga desa dan Kecamatan Sumber Barito ada dua desa.

Daerah yang paling parah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter lebih terjadi di Desa Sumpoi, Puruk Cahu Seberang dan Juking Pajang di wilayah Kecamatan Murung serta Kelurahan Muara Laung I, Muara Laung II dan Muara Teweh Kecamatan Laung Tuhup.

“Akibat banjir di sejumlah desa di 2 kecamatan ini, ribuan jiwa warga terkena dampak banjir dan terpaksa mengungsi ke tempat yang aman atau ke tempat kerabat yang tidak dilanda banjir,” katanya.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Murung Raya telah melakukan pemantauan di lapangan uhtuk memberikan bantuan serta mendata korban yang kena dampak banjir. “Sampai saat ini nilai kerugian harta benda masih kami himpun, sedangkan korban jiwa masih belum ada,” kata Robiyanor.

Banjir Barut Meluas
Banjir akibat luapan Sungai Barito juga berdampak di wilayah Kabupaten Barito Utara, khususnya di sejumlah desa di dataran rendah, banjir sudah merendam rumah warga.

Menurut warga Kelurahan Jambu, Irwansyah, sejumlah rumah terendam banjir di kawasan Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru merendam di Manggala RT 05 dan RT 06 dengan ketinggian air bervariasi antara 0,5 meter hingga 1,5 meter.

Sementara banjir juga melanda wilayah Kelurahan Lahei I dan Lahei II Kecamatan Lahei dengan ketinggian banjir di wilayah Kelurahan Lahei II sekitar 50 centimeter.

Banjir yang paling parah dialami Kelurahan Lahei I yang pagi ini sudah mencapai 1 meter dan ada rumah warga yang mulai terendam banjir.

Sementara untuk dalam Kota Muara Teweh, sejumlah rumah yang berada di dataran rendah juga mulai terendam banjir seperti di Jalan Dahlia Gang Paraguai dan Jalan Panglima Batur, sementara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak sudah tidak bisa dilewati kendaraan bermotor roda empat dan dua. Ketinggian banjir sekitar 0,5 meter.

Sekolah di Sepang Simin Diliburkan
Sementara di wilayah Gunung Mas, banjir mulai meluas hingga di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang. Hingga, Senin (17/7), banjir semakin tinggi dan menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sepang diliburkan.

“Minggu sore air sudah naik. Sampai Senin ini semakin tinggi. Untuk halaman sekolah sudah mencapai pusar, kalau di dalam kelas sudah selutut,” terang Kepala SMAN 1 Sepang Suyono saat dihubungi wartawan, Senin (17/7).

Selain di SMAN 1 Sepang, banjir juga terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sepang dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sepang. Sekolah-sekolah tersebut juga diliburkan, karena sekolah juga tidak ingin para peserta didik menjadi korban banjir.

Sementara Kepala SMAN 1 Kahayan Hulu Utara (Kahut) Tris, menyampaikan bahwa di SMAN 1 Kahut banjir sudah mulai surut. Meski demikian, KBM juga belum dapat dilakukan, karena ruang kelas masih dibersihkan dari sisa-sisa banjir. “Untuk Senin ini kita mengisi kegiatan dengan membersihkan ruang kelas dari sisa-sisa banjir,” tandasnya.

Banjir di Seruyan Hulu
Banjir juga merendam di sejumlah desa di Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan. Banjir dengan ketinggian bervariasi dari 20-50 cm sudah berlangsung selama 3 hari tersebut mengganggu aktivitas warga desa yang rata-rata bermukim di bantaran Sungai Seruyan.

“Sudah sejak Jumat (14/7), air naik ke pemukiman warga,” ungkap Siti Baiti, warga Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah, Senin (17/7).

Bahkan, aktivitas belajar di sekolah pun terganggu. Beberapa sekolah sudah mulai merencanakan akan meliburkan kegiatan di sekolah untuk sementara, jika kondisi banjir tidak berubah dalam beberapa hari ke depan.

Sementara di wilayah tengah atau di Kecamatan Hanau, banjir sudah mulai merendam pemukiman dan infrastruktur jalan hingga lokasi persawahan.

Hingga Senin, belum ada laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, terkait banjir yang merendam desa-desa di sejumlah kecamatan itu.

Banjir Katingan Berangsur Surut
Sedangkan banjir yang melanda wilayah utara dan tengah Kabupaten Katingan dengan ketinggian mencapai 2 meter, kini berangsur surut. Namun harus diwaspadai, ancaman banjir besar akan menimpa wilayah selatan Katingan karena datangnya banjir kiriman.

Camat Sanaman Mantikei Francis mengatakan, surutnya air mulai Minggu (16/7) lalu. Bahkan ketinggian air yang sebelumnya mencapai 1,5 meter kini sudah surut 1 meteran.

Warga di Desa Labehu yang rumah sempat terendam, kini sudah bisa beraktivitas kembali,” kata Francis saat menghadiri rapat di Gedung Salawah Pemkab Katingan di Kasongan, Senin (17/7).

Sementara Camat Tasik Payawan Pimanto mengatakan, wilayahnya pada bagian selatan masih dalam kondisi banjir, karena banjir masih belum surut. ikhawatirkan akan terjadi banjir besar, bila datang banjir kiriman dari bagian utara dan tengah wilayah Katingan.

Bila banjir datang di wilayah selatan seperti di Kecamatan Tasik Payawan dan Kamipang maka akan bertahan cukup lama karena dua wilayah ini bermuara di laut sehingga masuk dalam pasang surut, sehingga air akan bertemu nantinya di dua wilayah kecamatan ini.

Menurut Pimanto, terkait banjir yang masih melanda wilayahnya, pihaknya sudah mengusulkan bantuan kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun Provinsi Kalteng pada Juni lalu, namun hingga sekarang belum ada tanggapan.

4 Desa di Kapuas Terendam
Sementara banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Kapuas. Ada 4 Desa di wilayah Kecamatan Kapuas Hulu dan Mandau Telawang yang terendam banjir dalam 2 hari ini,

Camat Kapuas Tengah Idi Gaman SH mengimbau seluruh warga di 7 desa di wilayahnya meningkatkan kewaspadaan akan adanya banjir kiriman, sebab kalau banjir suah dialami 4 desa yang ada bagian hulu, 7 desa di wilayahnya pasti akan kena imbasnya yaitu ikut terkena musibah banjir tersebut.

Ke-7 desa tersebut, Desa Bajuh yang kondisi saat ini air sudah menggenangi jalan desa sekitar 60 cm. Selain itu, Desa Merapit, Pujon kota dan seberang, Tapen, Penda Muntei sebagian, Kayu Bulan dan Desa Koto Baru.

Sementara pantauan dari Badan Pengagulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas serta data laporan yang disampaikan sejumlah Kades, seperti Desa Supang, Sei Hanyo, Kecamatan Kapuas Hulu serta Desa Sei Pinang dan Jakatan Masaha, bahwa ketinggian debit air yang menggenangi wilayah pemukiman mengalami kenaikan sekitar setengah meter.c-vid/c-ryu/c-gcm/ c-bam/ c-sus/ c-yul/ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here