CJH Barsel Meninggal Usai Manasik

2754
CJH yang meninggal setelah manasik di Barsel
CJH yang meninggal setelah manasik di Barsel

BUNTOK/tabengan.com – Calon jemaah haji (CJH) perempuan tahun 2017 bernama Faris binti Arsad (73), asal Kelurahan Jenamas, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, meninggal dunia di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, seusai mengikuti manasik haji, Selasa (12/7) sekitar pukul 18.45 WIB.

Informasi yang dihimpun Tabengan dari berbagai sumber menyebutkan, mulai 10 Juli lalu, almarhumah beserta ratusan CJH mengikuti bimbingan manasik haji gabungan se-Kabupaten Barsel yang dilaksanakan di aula Masjid Agung Baiturrahman Buntok.

Setelah mengikuti manasik haji beberapa hari, Senin (11/7) sekitar pukul 13.00 WIB, perempuan lanjut usia ini mendadak lemas dan pusing.

Melihat hal itu panitia bimbingan manasik haji dari Kementerian Agama Barsel dibantu sejumlah rekan almarhumah membantu untuk diantarkan ke RSUD Jaraga Sasameh yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Tiba di rumah sakit, almarhuman ditolong maksimal oleh tim medis. Namun karena kondisinya sudah cukup kritis akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia di Ruang ICU sekitar pukul 18.45 WIB.

“Memang benar seorang CJH meninggal dunia di RSUD Jaraga Sasameh,” ujar Kepala Kementerian Agama Barsel H Supiani melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Barsel Arbaja, kepada Tabengan, Kamis (13/7).

Ia menambahkan, awalnya tidak terjadi apapun pada almarhumah. Namun saat memasuki waktu istirahat dan makan siang yang bersangkutan mengeluh sakit kepala, bahkan hampir pingsan.

Kemudian setelah dibantu kawan-kawan sesama CJH, korban merasa mulai agak pulih kondisinya. Lalu tidak lama yang bersangkutan merasa sakit perut lalu diantar menuju WC atau toilet Masjid Agung Baiturrahman Buntok.

Ternyata korban tidak bisa berdiri, setelah itu dibantu teman-temannya dan panitia bimbingan manasik haji menuju RSUD Jaraga Sasameh Buntok dan langsung mendapatkan pertolongan.

Namun setelah ditolong maksimal, almarhumah meninggal dunia.

“Informasi dari tenaga medis menyebutkan gula darahnya naik, bahkan mencapai 400 dan detak jantung 2 kali tampak di layar nol. Namun dibantu petugas medis kembali terlihat detak jantungnya, tetapi pada pukul 18.45 WIB, detak jantungnya kembali nol hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Arbaja.

Ia menambahkan, semula CJH asal Kabupaten Barsel berjumlah 128 orang, namun karena ada meninggal dunia 1 orang, 4 orang mutasi pemberangkatan ditambah 1 mengundurkan diri, maka jumlah CJH asal Barsel sisa 122 orang.

Sementara itu, Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok Yardi Nazar membenarkan, telah menerima pasien calon jemaah haji Barsel tahun 2017. Pihaknya telah berupaya maksimal, namun karena usia beliau yang tidak muda lagi, akhirnya pada saat salat isya korban meninggal dunia.

Ketua rombongan CJH Barsel, Ahmad Khitami, mengatakan, seluruh CJH asal Barsel sangat berduka dan terpukul atas meninggalnya secara mendadak salah satu calon jemaah haji yang kebetulan warganya di Kecamatan Jenamas.

“Sebagai wujud duka cita, pihaknya bersama dengan ratusan calon jemaah haji lainnya melaksanakan salat gaib yang dilaksanakan usai salat ashar di Masjid Agung Baiturrahman Buntok,” ujar Khitami yang juga Camat Jenamas. c-dan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here