Ekspor Kalteng Mei Turun 15 Persen

3353
Ilustrasi ekspor
Ilustrasi

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Badan Pusat Statistik mencatat ekspor komoditi asal Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2017 sebesar 142,54 juta dolar AS mengalami penurunan dibandingkan April 2017 yang mencapai 169,03 juta dolar AS, berkurang sebesar 24,49 juta AS atau 15,67 persen. Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya di Palangka Raya, Jumat (7/7), mengatakan selama Mei 2017 empat komoditas ekspor utama meliputi bahan bakar mineral, karet dan barang dari karet, lemak dan minyak nabati, serta kayu dan barang dari kayu.

India masih tetap mitra dagang utama ekspor Kalteng pada Mei 2017 yang mencapai US$47,86 juta atau 33,58 persen dari keseluruhan nilai ekspor, disusul Jepang US$46,34 juta, Pakistan US$ 10,76, Tiongkok US$10,66 juta, dan Philipina US$3,73 juta. Selama Mei 2017, keseluruhan transaksi ekspor Kalteng melalui pelabuhan Sampit US$11,84 juta, Kumai US$10,29 juta dan Pangkalan Bun US$3,02 juta, serta dari pelabuhan Provinsi tercatat keseluruhannya US$117,39 juta. Dari nilai ekspor sebesar US$142,54 juta, seluruh potensi pelabuhan muat ekspor Kalteng hanya berperan 17,64 persen.

“Walaupun turun pada Mei 2017, namun selama Januari hingga Mei 2017 total nilai ekspor Provinsi ini tercatat US$870,06 juta, meningkat 122,80 persen atau sebasar US$479,54 dibanding periode yang sama tahun 2016 yang hanya US$390,52 juta,” kata Hanif. Sementara untuk keseluruhan nilai impor Provinsi Kalimantan Tengah selama Mei 2017 tercatat hanya US$5 juta. Nilai impor ini mengalami peningkatan US$3,78 juta atau 343,41 persen dibandingkan April 2017 yang hanya US$1,13 juta.

Kepala BPS Kalteng mengatakan komoditas utama impor Provinsi ini terbesar binatang hidup senilai US$3,44 juta atau 68,90 persen, diikuti mesin/pesawat mekanik senilai US$1,09 juta, bahan bakar mineral US$0,33 juta serta mesin/peralatan listrik US$0,11 juta. “Transaksi perdagangan impor Kalteng selama Mei 2017 berasal dari tiga negara mitra dagang utama, yakni Australia senilai US$3,47 juta atau sebesar 69,34 persen, Malaysia senilai US$1,09 juta atau 21,75 persen dan Singapura US$0,45 juta,” demikian Hanif. ant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here