Belasan ABG Seruyan Kedapatan Ngelem

872
ABG yang ngelem di Seruyan
ABG yang ngelem di Seruyan

KUALA PEMBUANG/tabengan.com – Kasus ngelem di kalangan pelajar kembali terjadi. Sebelumnya sejumlah pelajar di wilayah Barito Timur diamankan petugas, kali ini kasus serupa terjadi di wilayah Seruyan.

Ironis, ditengah maraknya upaya memberangus peredaran Narkoba di Seruyan, belasan anak usia sekolah atau anak baru gede (ABG) justru malah kedapatan menghirup lem.

Tercatat hingga pekan ini Kamis (22/6), Polres Seruyan mengamankan 14 anak di bawah umur karena tertangkap tangan sedang “ngelem” tersebut didapati di dua lokasi berbeda di Kuala Pembuang.

Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, belasan anak yang masih berumur antara 12-16 tahun itu terjaring petugas dalam Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD).

“Tiga di antaranya yang masih berusia 12 tahun masing-masing berinisial DA, SY dan AR kita amankan di kawasan Stadion Sepak Bola Gagah Lurus Kuala Pembuang pada Rabu (21/6) sekitar pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

Sedangkan 11 lainnya diamankan di kawasan dermaga kesyahbandaran Kuala Pembuang.

Orang Tua Dipanggil
Setelah mengamankan belasan anak tersebut, pihak Polres Seruyan, kata Kapolres, langsung memanggil orang tua anak, lalu dilanjutkan dengan penyuluhan dan pembinaan serta pembuatan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Kita juga menekankan dalam pernyataan itu, agar orangtua mengawasi anak-anaknya untuk tidak terkesan dibiarkan dan tidak terjerumus ke arah negatif yang lebih jauh,” terangnya.

Kapolres yang baru menjabat awal bulan lalu ini, mengaku prihatin dengan bentuk kenakalan anak dan remaja di Seruyan yang sudah mengarah kepada kerusakan kesehatan dan jiwa, seperti minum-minuman keras, mengisap ngelem, bahkan ada yang mengarah ke konsumsi narkoba dan zenith.

Untuk itu, Nandang mengajak masyarakat, khususnya para orangtua untuk meningkatkan pengawasan, bimbingan dan perhatian terhadap anak agar terhindar dari bahaya narkoba serta zat adiktif lainnya.

“Lingkungan masyarakat dan keluarga dapat menjadi benteng bagi anak agar terhindar dari tindakan negative. Apabila lingkungan masyarakat dan keluarga itu baik, maka anak juga akan baik,” paparnya. c-bam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here