Cari Ikan, Kakek Sipho Hilang, Dicari dengan Menggunakan Ritual Adat

869
Pencarian kakek Sipho yang hilang dengan ritual adat
Pencarian kakek Sipho yang hilang dengan ritual adat

KASONGAN/tabengan.com – Warga Desa Tumbang Liting, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan dibuat heboh dengan tidak pulang-pulangnya seorang kakek, yakni Sipho (59) yang sedang mencari ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan dengan menggunakan jukung (perahu) dan alat tangkap ikan (pangilar).

Kakek Sipho pada Rabu (21/6) berangkat sendirian mencari ikan. Namun saat sore hingga malam hari tak kunjung pulang ke rumah seperti biasa.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Aditiyas Nugraha SIK membenarkan kejadian tersebut. Hingga saat ini Sipho yang kala itu sedang mencari ikan di Sungai Katingan tidak jauh dari Desa Tumbang Liting menghilang dan tidak ditemukan keberadaannya. Hal itu sudah dilaporkan oleh pihak keluarganya ke Polsek Katingan Hilir.

“Anggota kita di Polsek Katingan Hilir pada Rabu (21/6) sekitar pukul 22.30 WIB mendapat laporan adanya orang hilang di DAS Katingan dan anggota kita langsung ke TKP yang dipimpin langsung Kapolsek Katingan Hilir untuk mencari keberadaan korban,” kata AKBP Ivan, di Kasongan, Kamis (22/6).

Menurut Ivan, dari keterangan para saksi bahwa Sipho berangkat ke Sungai Katingan untuk mencari ikan pada sore hari dengan menggunakan jukung dan alat jebakan ikan. Namun hingga malam hari tidak pulang pulang. Mendengar orangtuanya belum pulang ke rumah, anak kandung Sipho, yakni Dagau bersama Norberli, berupaya mencari korban di sekitar sungai Katingan, tempat di mana orangtuanya mencari ikan.

Hingga malam hari, lanjut Ivan, upaya kedua orang anak korban ini belum juga menemukan keberadaan orangtuanya. Berdasarkan keterangan anak korban, keseharian ayahnya bekerja mencari ikan di sekitar sungai dekat Desa Tumbang Liting.

“Saat mencari keberadaaan Sipho di sungai Katingan, perangkap ikan yang digunakannya ada ditemukan, namun jukung yang digunakan untuk menangkap ikan tidak ditemukan di sekitar tempat tersebut,” ungkap Ivan.

Ivan menuturkan upaya pencarian terus dilakukan oleh masyarakat, aparat Kepolisian, Tagana, Koramil dan BPBD Katingan, namun belum juga membuahkan hasil. Warga setempat juga mencari korban dengan menggunakan acara ritual adat.

Sementara dari informasi pihak keluarga korban, Mimi, tidak ada satupun warga yang melihat korban saat kejadian tersebut. Karena korban pergi sendirian menggunakan jukung, kemungkinan saat itu korban hendak memasang umpan pada alat jebakan ikannya.

“Saya mendengar kabar tidak pulang pulangnya Sipho ini langsung turun ke dermaga atau pelabuhan, dan saya hanya menemukan sandal jepit korban, sedangkan korban dan jukungnya tidak ditemukan. Kemungkinan jika tenggelam korban bisa terlilit alat jebaknya yang berupa rawai, saat memasang umpan dan jungkungnya terbalik,” ungkap Mimi. c-sus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here