Reses Dewan, Warga Barut Usulkan Penyelesaian Tata Batas

2387
Reza Fahrony
Reza Fahrony

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sejumlah aspirasi dan usulan reses DPRD Provinsi menjadi tolok ukur pembangunan, dan telah disampaikan dalam sidang paripurna belum lama ini.

Beberapa daerah memiliki persoalan-persoalan khusus serta konkret yang wajib ditindaklanjuti. Salah satu wilayah yang juga perlu mendapat perhatian, seperti Kabupaten Barito Utara (Utara).

Menurut juru bicara tim reses Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Barsel, Barut, Bartim, dan Mura) Reza Fahrony, banyak usulan yang pihaknya terima ketika bertemu masyarakat. Seperti harapan penyelesaian tata batas antara Kutai Barat-Lampeong, Ngurit – Tapen Raya Barsel dan lainnya.

“Mereka juga meminta adanya kenaikan harga karet dan rotan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kerakyatan di daerah setempat,” ujarnya di sela-sela rapat kerja, belum lama ini.

Bukan itu saja, masyarakat di sana berharap adanya penyelesaian sejumlah infrastruktur jalan seperti ruas Kandui menuju Tongka hingga ke Batu Raya.

Di kawasan itu, masyarakat mengusulkan agar penyelesaian perbaikan dengan kerusakan hingga 100 meter, ditambah dengan jembatah ke arah Tongka yang hingga kini belum diselesaikan.

Di sektor lain datang dari keinginan warga menyangkut sarana ibadah. Di wilayah itu banyak rumah ibadah yang belum terdata.

Kondisi itu mengakibatkan sulitnya mendapatkan bantuan, untuk sarana itu dari pemerintah setempat. Untuk itu masyarakat sangat berharap agar pihak terkait segera melaksanakan pendataan dalam upaya mempermudah mendapatkan bantuan.

Anggota Komisi C itu menambahkan ada juga harapan bantuan, pemantapan program perkebunan jagung.

Tentunya dari Pemkab untuk petani lokal, yang dibina pihak tersebut selama ini.

Selain itu ada satu kinerja dari Pemkab yang mendapat apresiasi dari pihaknya. “Bundaran yang rusak di Km 35 sudah diperbaiki, dan action ini kami rasa sangat bagus dan acung jempol,” ucap politisi dari PAN tersebut.

Sementara untuk bidang pendidikan, terutama tenaga guru ASN, dinilai masih sangat minim. Selama ini para tenaga itu lebih banyak dibantu para tenaga honorer. Kondisi ini yang harus mendapat perhatian dari pemerintah setempat ataupun Pemprov.

Reza juga mengatakan selain Barut, di DAS Barito masih ada sejumlah kabupaten lain, yang juga memerlukan perhatian. Sejumlah persoalan di beberapa sektor mendominasi, baik usulan serta aspirasi dari masyarakat setempat. drn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here