Pengalihan Kewenangan Pendidikan Dipersoalkan

2328
Hj. PRIHATI TITIK MULYANI, S.Sos
Hj. PRIHATI TITIK MULYANI, S.Sos

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sejumlah Sektor penting penunjang pembangunan di beberapa daerah memerlukan perhatian dan pembenahan. Salah satunya seperti di Kecamataan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Terkait itu banyak usulan dan harapan masyarakat menyangkut persoalan-persoalan yang wajib ditindaklanjuti.

Menurut Anggota DPRD Provinsi dari Dapil III (Kobar, Lamandau, dan Sukamara) Hj Prihati Titik Mulyani, bidang pendidikan juga menjadi sorotan.

Sejumlah aspirasi menjadi catatan pihaknya, yang nantinya akan disampai kepada jajaran terkait. Disebutkannya seperti SMKN 1 Pangkalan Lada jurusan perkebunan, yang memang cukup memadai.

“Hanya saja diusulkan seperti peningkatan jalan lingkungan (pengaspalan), dari jalan poros menuju lokasi SMKN 1 sepanjang 500 meter,” ujarnya disela-sela rapat kerja belum lama ini. Selain itu pihaknya juga meminta adanya bantuan rehab gendung sekolah. Diinginkan juga bantuan alat praktek untuk pertanian berupa hand traktor.

Lalu untuk harapan lainnya seperti pengalihan kewenangan pendidikan menengah atau sederajat, dari kabupaten ke provinsi masih dirasa banyak menimbulkan persoalan. Dicontohkannya seperti guru-guru, dalam pengambilan kebijakan dan pengurusan administrasi kepegawaiannya.

Misalnya saja pengurusan kenaikan gaji berkala maupun kenaikan pangkat, usulan pindah, dan cuti yang tadinya di dinas kabupaten, kini dialihkan ke provinsi (Palangka Raya). “Kondisi ini jelas memerlukan biaya perjalanan yang cukup besar, dan harus ditanggung sendiri oleh pihak yang bersangkutan,” ucap Anggota Komisi C tersebut.

Untuk itu pihaknya mengusulkan agar dibentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kabupaten-kabupaten, agar mempermudah dan mendekatkan pelayanan pengurusan administrasi kepegawaian. Khususnya para guru, yang melaksanakan tugasnya di daerah –daerah.

Srikandi legislator dari Fraksi Nasdem itu juga mengatakan bidang ekonomi, perkebunan atau peternakan juga menjadi perhatian. Sebut saja Perusahaan Besar Swasta (PBS) PT Astra Agro Lestari yang bergerak dibidang perkebunan sawit, telah berhasil mengelola limbah sawit cair menjadi pupuk.

Bahkan limbah cangkang dan lainnya, yang tadinya dianggap tidak berguna bahkan mampu merusak lingkungan, ternyata dapat diolah menjadi pupuk. Tidak hanya itu, bisa juga dimanfaatkan untuk menjadi makanan ternak serta pembangkit listrik biogas.

“Untuk itu bagi PBS yang belum memiliki pengelolaan limbah sawit yang mencemari serta mengganggu lingkungan, direkomendasikan belajar atau studi banding ke perusahaan tersebut,” ucap wanita yang akrab disapa Titik itu mengakhiri. drn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here