Bangunan Tutup Drainase Harus Dibongkar

1868
SUHARDI
SUHARDI

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemko Palangka Raya harus bertindak tegas jika ingin menuntaskan persoalan banjir di kota itu. Bangunan yang tertutup drainase harus dibongkar. Setiap kali turun hujan deras, dalam hitungan menit saja sebagian besar perkotaan pasti mengalami banjir bahkan hingga memasuki rumah warga.

Persoalan banjir ini tidak hanya sekali dua kali, tapi setiap ada hujan dengan intensitas tinggi selalu terjadi banjir. Ini karena banyak bangunan ruko yang menutup saluran drainase. Ini ditambah sampah yang menumpuk, dan saluran air tidak sempurna.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Suhardi L Nigam mengatakan, saat pihaknya melakukan reses kunjungan kerja ke Kelurahan Panarung, ditemukan banyak bangunan toko maupun ruko yang dibangun di atas drainase.

“Sebenarnya tidak boleh bangunan apapun menutup saluran draenase, karena kalau tertutup sulit dibersihkan dan tidak bisa dipantau kebersihananya,” katanya. Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota, dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palangka Raya dan Dinas PU, mengevaluasi bangunan yang menutup saluran draenase, bahkan bila perlu lakukan penertiban dengan peringatan terlebih dahulu dibantu Satpol PP.

“Bahkan yang lebih parah yakni pada saluran draenase besar di jalan Ulin, ada berdiri bangunan liar dijadikan tempat tinggal. Kondisi ini tentu membahayakan pemilik bangunan tersebut, selain itu tidak ada aturannya bangunan berdiri di atas saluran draenase, itu jelas melanggar aturan,” tegas Suhardi.

Menurutnya, Dewan berharap kepada pihak terkait pemerintah kota dapat melakukan penertiban bangunan-bangunan yang menutup saluran draenses yang menjadi salah satu penyebab banjir. Kalau tidak segera diantisipasi dan ditertibkan, dikuatirkan ada bangunan-bangunan lainya yang ikut-ikutan membangun rumah di atas draenase.

Pihak Satpol PP pun diharapkan seringkali melakukan patroli keliling, melihat bangunan-bangunan liar tersebut, tidak hanya di Kelurahan Panarung, tapi juga daerah lain yang melanggar aturan. “Jangan menunggu parah baru dilakukan tindakan, alangkah baiknya diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu ketertiban umum, apalagi sampai menyebabkan banjir,” harapnya.edw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here