Maling Pakaian Dalam Wanita Resahkan Kasongan

535
Pencurian Pakaian Dalam Wanita
Ilustrasi

KASONGAN/tabengan.com – Warga Kecamatan Katingan Hilir, Kasongan, terutama para ibu, resah. Pasalnya celana dalam dan bra (kutang) bahkan baju daster yang sedang dijemur, hilang diambil orang, belakangan ini.

Pencurian pakaian dalam perempuan ini selalu terjadi di siang bolong. Bahkan pelaku sering gentayangan di rumah-rumah warga yang ada jemuran pakaian wanita di pekarangan atau di teras rumah. Berbagai spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebutkan bahwa pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku untuk pesugihan atau ilmu hitam. Ada juga yang berpikiran bahwa pakaian dalam yang dicuri dijual kembali.

Anggi salah seorang warga Kasongan Jalan Nangka menuturkan sudah hampir sebulan ini di komplek perumahan mereka sering terjadi pencurian pakaian wanita baik itu baju, celana bahkan bra. Seperti pakaian milik istrinya yang dijemur di depan rumah sudah tiga kali hilang dicuri orang.

“Pakaian istri saya sudah tiga kali ini hilang dan punya para tetanggapun juga ada yang hilang. Anehnya, cuma pakaian wanita saja yang dicuri, sedangkan pakaian saya aman, padahal semuanya dijemur sama-sama,” tutur Anggi, pegawai di DPRD Katingan, Rabu (17/5).

Menurut Anggi yang hilang Selasa lalu adalah celana dalam, baju daster dan semuanya itu baru beberapa kali digunakan.

Semua kejadian pencurian itu terjadi siang hari. Sedangkan pada malam hari tidak pernah ada pencurian meski ada pakaian yang diangin-anginkan pada malam hari.

Dalam waktu 2 minggu ini, lanjut Anggi, sudah 4 kali kehilangan pakaian di komplek perumahan mereka. Bahkan di kompleks Jalan Merpati juga ada warga yang kehilangan pakaian dalam wanita dan keempat kalinya hilang.

“Yang membuat saya bingung ini kenapa cuma pakaian wanita saja yang dicuri, sedangkan alat alat berharga lainnya seperti sepeda, mesin (pompa air) Hitachi dan barang berharga lainnya yang ada di luar rumah dengan nilai cukup mahal, tidak hilang,” ujarnya.

Dijelaskan Anggi yang menjadi kekawatiran warga dengan hilangnya celana dalam tersebut yakni adanya cerita bahwa celana dalam wanita bisa digunakan sebagai sesuatu yang berbau magis seperti pesugihan, pelet, bahkan ilmu hitam lainnya.

“Yang saya kawatirkan itu hilangnya pakaian istri saya ini digunakan untuk jampi-jampi itu yang berbahaya. Apabila untuk dijual tidak masalah. Anggap saja sebagai amal kita bagi dia yang tidak mampu membeli,” kata Anggi.

Sementara itu Arya warga Jalan Stroberi Kasongan mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar tersebut sehingga aktivitas Pos Kamling di kompleks perumahan mereka sekarang ini diaktifkan kembali untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu.

“Kita juga mendengar kabar itu bahwa sering terjadi kehilangan pakaian wanita, sehingga untuk menjaga hal-hal yang seperti itu, kami mengadakan ronda dengan mengaktifkan pos kamling,” ungkap Arya.c-sus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here