Gali Makam, Warga Dadahup Temukan Piring Kuno

618
Barang kuno yang ditemukan di Dadahup Kabupaten Kapuas
Barang kuno yang ditemukan di Dadahup Kabupaten Kapuas

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Warga Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, menemukan benda kuno terbuat dari keramik dan kaca saat sedang menggali tanah untuk makam seorang umat Kaharingan yang meninggal dunia, Minggu (14/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

Benda kuno yang ditemukan itu berupa piring dan teko dari keramik serta mangkok kaca. Sayangnya, pada saat melakukan penggalian menggunakan linggis dan tombak, ada yang mengenai piring-piring tersebut, sehingga banyak yang pecah. Hanya ada 2 buah piring, 1 teko warna putih, dan 1 mangkok yang masih utuh.

Damang Dadahup Sampet AS Humpi mengatakan, benda kuno berupa piring dan teko itu ditemukan pertama kali oleh Mulyadi yang saat itu bersama warga lainnya sedang menggali kubur untuk memakamkan kakak iparnya, Lody T Bahuy yang telah meninggal dunia.

“Pada saat menggali di kedalaman sekitar 1,5 meter, tombaknya mengenai suatu benda hingga pecah. Setelah diperiksa ternyata benda itu adalah piring-piring dan teko warna putih,” ujar Sampet kepada Tabengan, Minggu malam.

Setelah dikumpulkan ada sekitar 10 buah piring yang pecah. Sedangkan piring putih yang masuh utuh ada 2 buah dan sebuah teko. Dari tulisan di piring tersebut kode produksinya yaitu tahun 1924. Selain itu ada tulisan huruf kanji.

“Dari tulisan yang tertera, benda tersebut berasal dari China (Tiongkok) dan Jepang. Hal ini diperkuat dengan ditemukan juga patahan-patahan besi berbentuk samurai dengan panjang sekitar setengah meter,” ujar Sampet menambahkan.

Atas adanya penemuan benda-benda kuno tersebut, menurut Sampet, dia menganjurkan agar tidak dijual ataupun dimiliki. Benda itu sebaiknya disimpan untuk bukti sejarah.

Dulunya, di lokasi penemuan benda tersebut juga merupakan tempat pekuburan. Kabarnya dulu ada sejumlah pedagang dari Tiongkok yang dimakamkan di tempat itu.

Menurut Sampet, agar aman benda kuno itu sekarang telah dibersihkan dan disimpan di rumahnya. Rencananya dirinya akan berkoordinasi dengan instansi terkait (Dinas Kebudayaan) untuk memeriksa keaslian ataupun usia benda kuno tersebut. gie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here