PHV dan Klinik Mata Tambun Bungai Gelar Operasi Katarak Gratis

231
Operasi katarak gratis di Klinik Tambun Bungai
Operasi katarak gratis di Klinik Tambun Bungai

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sejumlah penderita katarak di Bumi Tambun Bungai yang berasal dari keluarga tidak mampu, kembali mendapatkan penglihatan yang normal setelah mendapatkan operasi karatak geratis yang diadakan Pollux Habibie International melalui Pollux Habibie Vision bekerja sama dengan Klinik Tambun Bungai, Jalan RTA Milono, Jumat (12/5).

Operasi katarak yang dipusatkan di klinik mata dan katarak Tambun Bungai ini diikuti 100 peserta yang mana target awal hanya sebanyak 50 orang, yang didominasi lansia. Meski harus menunggu sejak pagi, namun para peserta tetap sabar menunggu giliran operasi. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono, Perwakilan kantor cabang BRI di Palangka Raya.

Direktur Pollux Habibie Vision (PHV), Saraswati Hasanah mengatakan operasi katarak gratis tersebut, merupakan pemanfaatan dana CSR dari Pollux Habibie Internasional. Kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya termasuk di Kota Palangka Raya.

“Kita targetkan sepuluh ribu mata katarak yang dioperasi di seluruh Indonesia, sementara untuk Palangka Raya ditargetkan 50 mata. Namun hari ini kita kedatangan banyak perserta. Ada 100 lebih yang mendaftar, Palangka Raya menjadi daerah ke-4 setelah, Banten, Batam, dan Jawa Barat,” Saraswati.

Dijelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sepuluh ribu mata, sebuah program bantuan kesehatan yang bekerjasama dengan klinik mata dr Hasri Ainun Habibie dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Operasi katarak menjadi pilihan program CSR karena di Indonesia angka penderita katarak tinggi di Indonesia, menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara.

Selain itu, yang melatar belakangi operasi katarak gratis itu karena katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, setiap tahunnya ada 1.000 penderita katarak baru atau 0,1 persen setiap tahun.

Walaupun gratis, namun operasi tidak dilakukan asal-asalan, tetapi dilakukan dengan teknik operasi katarak paling mutakhir, melalui metode operasi phacoemultifikasi dengan memanfaatkan getaran ultrasonic. Operasi tersebut sangat cepat, tanpa harus menjalani rawat inap. Tanpa memerlukan jahitan dan hanya memakan waktu operasi sekitar 20-30 menit.

Direktur Klinik Tambun Bungai, dr Benny Darmaji menerangkan, pasien yang hadir tak hanya berasal dari Kota Palangka Raya. Bahkan beberapa di antaranya ada yang berasal di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. “Sebenarnya 100 orang yang mendaftar, tetapi setelah dilakukan screening, hanya 53 saja yang memenuhi syarat dan bisa dilakukan operasi gratis,” kata Benny.

Klinik Tambun Bungai sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan operasi katarak gratis ini dengan menyediakan tempat dimana klinik Tambun Bungai menjadi tempat pelaksanaan disertai dengan sejumlah peralatan pendukungnya yang sudah sangat moderen.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), dr Mikko Uriamapas Ludjen SpOG Mkes sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan Pollux Habibie International tersebut terhadap kaum tidak mampu.

Dokter Spesialis Kandungan RS Doris Sylvanus ini berharap kedepan, operasi katarak gratis ini, dapat berlangsung secara berkesinambungan, sehingga dapat membantu penderita katarak dari kaum dhuafa. Pasalnya untuk biaya operasi, menelan biaya tidak sedikit. Hal inilah yang membuat penderita katarak dari warga tidak mampu hanya bisa pasrah.

“Contohnya saja penderita katarak dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengaku sangat terbantu dengan adanya program CSR tersebut. Apalagi operasi yang dilakukan menggunakan metode canggih,” kata Mikko.

Salah satu pasien dari Sampit, Bertha (75) mengatakan sudah dapat melihat dengan normal setelah hampir 3 tahun tidak bisa melihat dengan normal. Ia mengaku sangat senang dan terbantu dengan adanya operasi gratis ini. “Enak sudah, senang sekali bisa melihat normal lagi karena sudah tiga tahun mata kiri saya tidak bisa lihat normal, tapi melalui operasi mata geratis ini sudah bisa lihat lagi,” kata Bertha. yml

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here