Kadisdik: Penggunaan DAK Harus Transparan

1209
Sosialisasi DAK non fisik SMA 2017
Sosialisasi DAK non fisik SMA 2017

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalteng Drs H Nurul Edy MSi mengingatkan kepala sekolah terutama jenjang pendidikan menengah atas (SMA) dalam penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) harus transparan, jangan ada yang disembunyikan.

“Semua pekerjaan yang dikerjakan harus ada dasar, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sosialisasi ini, pelaksanaan DAK non fisik SMA tahun 2017 diharapkan akan lebih baik dan yang terpenting transparan,” kata Nurul beberapa waktu lalu.

Dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas di Kalteng, lanjut Nurul, diperlukan pembiayaan pendidikan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil, bermanfaat, berhasil guna dan berdaya guna.

Karena itu, Pemerintah Kalteng berkomitmen untuk memberikan anggaran melalui program DAK untuk mendanai kegiatan prioritas pembangunan pendidikan, terutama meningkatkan akses bagi masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas.

“Kita berharap terjadi sinergitas pelaksanaan program DAK tahun ini antara Pemerintah Pusar, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam meningkatkan peran serta, komitmen dan kontribusi untuk mendukung tercapainya program Kalteng berkah,” ucapnya.

Belum lama ini Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Sosialisasi DAK Non Fisik SMA Tahun 2017 yang diikuti 234 kepala SMA se Kalteng. Kegiatan yang berpusat di Hotel Batusuli Internasional itu terbagi atas dua tahap tahap pertama mulai 17-19 Maret 2017 dan dilanjutkan tahap dua mulai tangga 20-22 Maret 2017.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter SMA Kantor Disdik Kalteng Andreas SPd SIP MAP yang juga merangkap ketua panitia kegiatan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan validasi dan sinkronisasi data SMA yang akan menjadi dasar penyaluran dana bantuan sekolah.

Andreas juga mengungkapkan jumlah SMA di bumi tambung bungai sebenarnya berjumlah 238 sekolah. Namum karena ada 4 sekolah yang menolak dana bantuan sekolah itu, sehingga 234 sekolah saja yang mengikuti kegiatan tersebut.nta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here