Siswa Harus Kenal Budaya dan Wisata Lokal

173
Rakor Mitra Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah
Rakor Mitra Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah (Disbudpar Kalteng) Dr Guntur Talajan MPd mengatakan, siswa harus lebih mengenal budaya lokal yang ada didaerahnya masing-masing demi tetap menjaga kelestarian aneka budaya tradisional bangsa.

“Pada budaya lokal juga banyak mengandung kearifan lokal yang dapat memfilter generasi muda dari pengaruh buruk budaya global yang dewasa ini semakin sulit untuk dibendung. Artinya dengan lebih mengenal budaya lokal, siswa akan lebih banyak mengetahui kebesaran bangsanya sendiri,” ucap Guntur saat membuka Rapat Koordinasi Mitra Pariwisata yang digelar Rabu (10/5).

Untuk itulah, Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengambil inisiatif untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kaarifan lokal dengan tujuan agar siswa-siswi SD sampai SMA mengenal dan memahami keadaan sosial, budaya, sejarah dan lokasi wisata dilingkungan terdekat siswa.

Selain mengajarkan tentang keadaan sosial, budaya dan sejarah lokal, sekolah juga berperan penting untuk mengenalkan kepada siswa tentang destinasi-destinasi wisata yang ada didaerahnya masing-masing dengan harapan para siswa turut mempromosikannya ke luar.

“Dari yang muda hingga yang tua saat ini sudah mengenal baik dengan media sosial. Dengan sekolah mengenalkan objek wisata lokal yang ada, dengan sendirinya para peserta didik akan membantu mempromosikannya keluar,” katanya.

Menurutnya Rapat Koordinasi dengan Mitra Pariwisata dan Dinas terkait, merupakan salah satu Iangkah penting untuk membangun pola kemitraan yang saling bersinergi dalam rangka pengembangan Kepariwisataan sehingga pembangunan Kepariwisataan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah dapat maju dan berkesinambungan.

Karena menurut pihaknya Kalteng yang memiliki kekayaan alam berlimpah tersebut juga memiliki keindahan dan keragaman budaya yang dapat dijual untuk menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun wisata dunia.

Ia berharap dengan dorongan semua pihak yang turut mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Kalteng akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang akhirnya dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) kalteng.

“Kita memiliki kekayaan yang berlimpah biak dari alam dan budaya yang beragam. Oleh karena itu, kita butuh dorongan semua pihak untuk mempromosikannya keluar agar dikenal luas. Contoh Palangka Raya dengan susur sungainya dan ragam kulinernya, tinggal bagaiman kita mempromosikannya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Kelembagaan Pariwisata, Disbudpar Kalteng Tirta S.Sos mengungkapkan kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, Guru-guru dan mitra pariwisata lainnya.

Tujuan kegiatan sendiri untuk membangun pola kemitraan yang bersenergi antara Disbudpar dangan mitra terkait dalam rangka mendorong perkembangan pariwisata di Bumi Tambun Bungai.
“Diharapkan dengan Rakor Mitra Pariwista ini dapat meningkatkan serta mendorong lajut pertumbuhan pariwisata di Kalteng,” katanya.nta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here