Sejumlah Petani Padi Gagal Panen

736
Petani padi di Barsel
Petani padi di Barsel

BUNTOK/tabengan.com – Sepekan terakhir ini warga desa yang bermukim di daerah bantaran daerah aliran sungai (DAS) Barito, khususnya Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) sedang panen padi.

Dari pantauan koran ini, aktifitas panen padi yang dilakukan sejumlah petani tersebut berada di daerah kecamatan Dusel, antara lain di desa Kalahien, Desa Asam, Desa Mabuan dan Desa Mampun.

Informasi dari petani, kendati saat ini sedang melakukan panen padi atau dalam bahasa lokal “mangatam”, ternyata hasil padi sawah tidak maksimal seperti tahun sebelumnya bahkan bisa dianggap gagal panen.

“Tahun ini, hasil dari panen padi kami jauh lebih menurun dari tahun sebelumnya. Padahal luas sawah yang kami buka sama seperti tahun kemarin, penyebabnya karena tanaman padi sempat di serang hama tikus,” ungkap Rusmiati, petani Desa Mampun ketika dibincangi Tabengan, Minggu (19/3).

Ibu dari enam anak ini mengatakan, bertani adalah salah satu sumber untuk menghidupi keluarganya. Aktifitas bertani padi sudah belasan tahun di lakoni, namun sampai sekarang belum pernah mendapat penyuluhan dari pihak pemerintah daerah melalui dinas pertanian setempat.

“Saya bisa becocok tanam di sawah ini sudah turun temurun. Demikian juga dengan cara bertani didapatkan dari orang tua secara otodidak. Sedangkan bimbingan dari pemerintah melalui penyuluh pertanian sama sekali belum pernah,”ujar Rusmiati.

Dia juga menyebutkan, pihak dinas pertanian Barsel belum pernah melakukan bimbingan dan penyuluhan pertanian secara khususnya di daerah desa Mabuan hingga sekarang.

Hal yang sama diungkapkan Supian warga desa Asam. Dia mengatakan hasil panen padi sawahnya sangat minim dibandingkan tahun kemarin. Hal tersebut dikarenakan sebelum panen ada serangan hama tikus. Beryukur masih ada yang tersisa.

Ibu Rusmiati maupun Supian sangat mengarapkan perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas pertanian setempat terkait dengan masalah kegagalan panen padi para petani sawah tahun ini.

Para petani juga mengharapkan, para penyuluh pertanian agar bisa turun ke pelosok pedesaan. Para pejabat setempat diminta tidak hanya melihat dan menilai ladang petani yang berhasil panen saja.

Selama ini pemerintah tidak pernah memantau para petani saat gagal panen, sehingga bisa memberikan penyuluhan bagaimana cara membasmi hama yang menyebabkan gagalan panen serta teknik bertanam yang baik. c-lis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here