Fatayat NU-BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial

1014
MoU Fatayat NU dengan BPJS Ketenagakerjaan
MoU Fatayat NU dengan BPJS Ketenagakerjaan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Menyusul kerjasama yang sudah terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Perjanjian Kerjasama (PKS), kali ini BPJS Ketenagakerjaan dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menjalin komitmen untuk melakukan sosialisasi bersama kepada para anggota Fatayat NU.

Perjanjian Kerjasama (PKS) Nomor: PER/128/062016 tentang Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Warga Nahdlatul Ulama merupakan dasar dari penandatanganan komitmen ini. Fatayat NU sebagai salah satu badan otonom NU sepakat untuk mendukung implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para anggotanya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, M Krishna Syarif, menyambut baik komitmen kerjasama ini. Dirinya hadir langsung dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Fatayat NU di Swiss-Bellhotel Danum Palangka Raya, Kamis (4/5) malam, untuk menandatangani naskah komitmen kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Fatayat NU.

Rakernas ini juga dibuka secara resmi oleh Menteri Koodinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU, Prof. DR. KH Said Agil Siradj, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Kapolda Kalteng, Brigjen Pol. Anang Revandoko. “Komitmen ini kami harap dapat memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh anggota Fatayat NU, tidak terkecuali masyarakat di sekitar lingkungan Fatayat NU sendiri,” kata Krishna.

Perlindungan program dari BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Fatayat NU tidak terbatas hanya bagi anggota yang berasal dari sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal, tetapi juga bagi anggota Fatayat NU yang bekerja pada sektor Penerima Upah (PU) atau pekerja formal. “Kami akan lindungi seluruh pekerja dari semua sektor pekerjaan, tanpa terkecuali.

Dengan iuran bagi pekerja BPU yang sangat rendah, manfaat yang diterima sangat besar, ditambah lagi dengan adanya Manfaat Layanan Tambahan (MLT) untuk pembiayaan perumahan.

Manfaat yang diterima sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat besar,” ungkap Krishna.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini, perlindungan menyeluruh, khususnya bagi para anggota NU, dapat segera tercapai. Semoga kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terpenuhi,” pungkas Krishna. Ia menambahkan, melalui hubungan dan silaturahmi yang sudah terjadi dengan baik antara BPJS Ketenagakerjaan dengan PBNU melalui Fatayat NU ini, diharapkan bisa ada konmunikasi dan sosialisasi untuk program-program BPJS yang bisa bermanfaat untuk bagi seluruh anggota Fatayat NU.

“Kami menyadari jaringan NU di ke seluruh posok wilayah Nusantara ini, masih banyak yang belum tersentuh dan memahami mengenai Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang dimilik oleh BPJS Ketenagakerjaan, jadi manfaat-manfaat dalam program-program BPJS Ketenagakerjaan bisa diberdayakan dan di sosialisasikan, sehingga momentum MoU ini sangat baik sekali,” ucapnya. edw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here